Sunday, September 21, 2014

Pemimpin Ponpes di Jember setubuhi 3 santriwati saat doa bersama



"Pelapornya sudah 3 orang santriwati. Mereka disetubuhi oleh pelaku saat acara wirid atau doa bersama. Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ujar Kasubag Humas Polres Jember, AKP Edy Sudarto kepada merdeka.com, Jumat (19/9).

Lalu bagaimana persetubuhan itu bisa dilakukan padahal wirid diikuti oleh puluhan santri dan santriwati dalam pondok pesantren.

"Jadi ketika wirid itu, semua lampu dimatikan. Bacaan wirid juga dikeraskan. nah kondisinya gelap gulita supaya lebih khusyuk katanya. Saat ketika wirid, seorang santriwati diajak ke salah satu ruangan yang disekat triplek, di ruangan itu santriwati itu disetubuhi oleh pelaku. Karena kondisi gelap dan bacaan wirid santri yang lain kenceng tidak ada yang lihat mau pun dengar," ujar Edy.

Ketiga pelapor sendiri mengaku sudah beberapa kali disetubuhi saat wirid bersama. Biasanya pelaku menggilir mereka setiap malamnya.

"Laporan sudah kita terima sejak Selasa lalu. Pelaku atas nama IK sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," terangnya.

Saat ini petugas, kata Edy masih melakukan pendalaman terkait kasus menggegerkan warga Jember ini. Tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari tiga.

"Kami menduga korbannya lebih dari tiga, karena ada satu korban lagi yang tidak mau lapor karena takut dan malu. Kami yakin masih banyak korban lainnya, kita akan dalami terus kasus ini," terangnya.

Kasus ini terungkap saat salah seorang santriwati berinisial E akan menikah dengan seorang santri. Santri tersebut tak alain adalah keponakan dari tersangka IK.
{content-split}

Namun saat mendekati hari pernikahan, santriwati itu akhirnya mengaku kepada calon suaminya jika dirinya sudah tidak perawan lagi. Sang calon suami pun bertanya mengapa bisa demikian.

"Si santriwati (E) ini mengaku jika dirinya sering disetubuhi oleh Pak kiainya sendiri. Nah kasus ini pun gempar. Dari pengakuan E ini kemudian santriwati lainnya yang menjadi korban berani buka mulut dan melaporkan pak kiai ini ke polisi," terang Edy.

Namun E sendiri, hingga kini malah belum melaporkan ke polisi. Meski demikian, dari keterangan korban lainnya, polisi sudah bisa menjerat IK dan menjebloskannya ke penjara.

No comments:

Post a Comment